| Meta | Keterangan |
|---|---|
| Materi Pokok Abstrak | Artikel ini membahas terkait bahwa penghapusan kewenangan Kejaksaan dalam penyidikan kasus korupsi dalam draf revisi RUU KUHAP adalah keputusan yang tidak tepat. Ia mengacu pada Bab IIIV KUHP baru yang mencakup Pasal 598-612, di mana tindak pidana seperti korupsi telah diatur secara jelas. Oleh karena itu, ia berpendapat bahwa revisi RUU KUHAP seharusnya tetap mempertahankan kewenangan Kejaksaan dalam penyidikan tindak pidana korupsi guna menjaga efektivitas pemberantasan kejahatan tersebut. |
| Jenis | Artikel Online |
| Judul | Guru Besar Hukum UNNES Ali Masyhar: Tidak Tepat Kewenangan Penyidikan Kasus Korupsi Dihapus |
| Tahun | 2025 |
| Tanggal Terbit | 17 March 2025 |
| Tempat Terbit | Semarang |
| T.E.U Orang/Badan/Pengarang | - |
| Bidang Hukum | Hukum Pidana |
| Subjek | RUU KUHAP, UNNES, KEJAKSAAN |
| Bahasa | - |
| Lokasi | - |
| Sumber | - |
| - | |
| Penerbit | - |
JDIH UNNES menyediakan Dokumen dan Informasi Hukum di Universitas Negeri Semarang yang lengkap dan akurat, serta dapat diakses secara cepat dan mudah.
2003
1553666
15557
57
121817